Senin, 15 Februari 2010
==keabadian cinta==
Diposting oleh Anita Corazon di 06.40
Pagi yang cerah di daerah Bandung, masyarakat hilir mudik menjalankan segala aktifitas setiap harinya. Begitu juga papaku, sebelum berangkat kerja selalu di suguhi kopi oleh mamaku. Kami tinggal di salah satu perumahan elit di Cihampelas. Aku Grace anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adikku Angela, dan Jasmine masih duduk di bangku SMP dan aku duduk di bangku SMA. Semasa SMA aku cukup dikenal oleh anak – anak disekolahku.
Sebentar lagi aku akan lulus SMA, aku berencana melanjutkan studiku di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Setelah menempuh ujian nasional ternyata aku lulus, akhirnya impianku untuk melanjutkan studi terwujud juga! Awal ajaran baru merupakan awal dari semua kisahku. Bermula dari pertemuan yang sama sekali tidak kuduga sebelumnya. Aku berkenalan dengan seseorang namanya shintya. Menurutku dia orang yang baik dan ramah, semakin lama persahabatan kami semakin erat. Shintya tergolong anak yang mudah bergaul di kalangan kampusku,seiring waktu berjalan shintya mengenalkanku kepada salah seorang temannya.
”Grace, kenalin ni teman aku” namanya Reyhan.
“Hi…apa kabar!!!” tutur grace.
“Baik. Oh ya kamu kenal ma shintya dah lama ya?” Tanya reyhan.
“ Belum terlalu lama sih! yah…ketemunya awal ajaran baru ini”.
“Kalau kamu sendiri sebarapa kenal ama shintya?”.
“Aku dah kenal ma dia dari smp dulu, yah sampai sekarang ini. Oh ya grace, aku buru – buru bangat nih, masih ada urusan jadi aku tinggal dulu ya! sampai ketemu besok ya!”.
Sejak perkenalan itu aku, shintya dan reyhan makin sering ketemu, ditambah lagi kegiatan ekskul yang makin padat, aku dan reyhan makin dekat aja. Tanpa sepengetahuanku, reyhan mengajak shintya kembali ke kelas.
“Tia, boleh nanya sesuatu ngakk?”.
“Hm…”.
“Jangan bilang mau nanya soal grace! ngaku aja rey,kamu suka kan ma dia” ujar shintya penasaran.
“Iya tia, aku suka ma Grace”.
“Hah…spontan shintya mengeluarkan nada yang kencang, seolah – olah ngakk percaya”.
“Ya ampun…tia biasa aja dong!!! Aku kan jadi ngakk enak, ntar kalau grace denger gimana, kan malu”. “Teryata dugaanku selama ini bener, pantesan aja belakangan ini kamu sering merhatiin dia.
“Begini ya Rey, aku ma Grace sahabatan. Jadi aku tahu banyak tentang dia. Sejak aku mengenalnya dia tergolong baik, perhatian dan ramah ma orang”.
Diluar sekolah, aku sering pulang bareng ma Grace, jadi bisa ngobrol lebih lama. Sembari jalan aku ngasih tahu soal Reyhan.
“Grace, aku mau ngomong sesuatu ama kamu”.
“Ngomong aja, mank ada apa Tia”
“Begini grace, di kampus kita da yang suka ama kamu”
“Siapa?”
“Kamu pasti ngakk nyangka deh! Orang yang suka ama kamu tuh, Reyhan”.
Hah…ko bisa sih! Ya grace, aku tahu kenapa kamu sekaget itu, tapi memang kenyataanya begitu ko. Trus… menurutmu gimana grace? “Adakah tempat dihatimu buat rey?”. Aku hanya diam tanpa berkata apapun. Grace, “aku tahu kalau reyhan suka ma kamu dan pingin kamu jadi pacarnya dia” ujar shintya. Aku sama sekali ngakk keberatan kalau kalian jadian. Dan satu hal lagi grace, aku kenal reyhan dah lama bangat, jadi semua tentang karakternya dia sudah ku ketahui.
Reyhan mencoba mengutarakan isi hatinya pada Grace, setelah mendengar pernyataan Rey, maka Grace akhirnya menerima cinta Reyhan. Pada saat itu mereka resmi jadian, rey memperlakukan grace dengan baik. Bahkan dalam belajar sekalipun rey selalu berusaha agar ngakk da satu mata kuliahpun yang tidak di mengerti olehku.
Bulan depan ini kampusku mengadakan kegiatan inagurasi. Aku, Shintya dan Reyhan terpilih jadi panitia dari kelasku. “Tia, rencanamu buat acara ini apa?” ujarku. “menurutku kita bikin acara yang bertemakan kerjasama dan keakraban. Ya berupa outbound gitu deh…”. Gimana menurutmu, asyik ngakk? “Hm…idenya bagus juga!” ow…syapa dulu dong…tia gitu loh, ujar tia yang ge er akan idenya.
Keesokan harinya kami beserta rombongan dari kampus berangkat menuju suatu tempat. Sebagai panitia kegiatan, kami sibuk ngurusin segala keperluan yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Reyhan menjadi pusat perhatian para cewek, teryata diluar dugaanku, Reyhan begitu cepat menyukai seseorang. Awalnya sih aku ngakk terlalu mempehatikan dia, lantaran aku sibuk mengurus jalannya kegiatan outbound. Di sela – sela kegiatan aku minta sedikit waktu kepada rey. “Rey, ada hubungan apa antara kamu dengan anak baru itu” ujarku. “Ya ampun grace, aku ngakk ada apa – apa dengan dia!”.
“Aku ngakk percaya kalau diantara kalian ngakk da hubungan apa-apa”. Dari cara dia menatap kamu juga beda, seolah-olah dia suka ama kamu. “Udah ah…aku ngakk tahu gimana caranya buat ngasih tahu kamu!” kata rey sambil meninggalkan tempat itu.
Selang beberapa menit aku melihat shintya datang dari kejauhan, aku menceritakan smua yang terjadi. “Tia, gimana nih, masa aku diam aja menatapi mereka jalan berdua di depanku”. Duh Grace, maaf bangat ya, aku ngakk tahu bakal secepat ini dia berubah. Reyhan yang dulu aku kenal tuh, baik dan setia. Tapi kenapa ya dia berubah secepat ini. Mendengar perkataanku grace menangis, “grace, udah dong jangan nangis, ngakk enak kalau di lihat orang, masa gara – gara cowok kaya rey kamu nangis” sahutku sembari mengusap air mata grace. Sudahlah Grace, pasrah aja, relakan aja dia ama cewek itu.
Kegitan telah selesai, aku beserta rombongan bersiap – siap pulang. Aku duduk bareng ama shintya, di dalam bis aku hanya diam. “ Grace, jangan di pikirin lagi ya soal yang kemaren,please…!. Dari kajadian ini kamu ambil hikmahnya!”kata Tia. Sejak saat itu aku putus dari rey, aku ngakk mau tahu lagi tentang dia. Aku beranggapan dah ngakk ada apa – apa antara aku dan dia. Mulai dari kejadian itu aku dah lost contact ma rey.
Libur smester ini aku berniat ngabisin liburan di Pulau Dewata, Bali. Aku nginap di salah satu di hotel sekitar pantai. Aku bahagia bangat setidaknya rasa sakit hatiku terobati oleh keindahan alam di Bali. Menjelang sore aku jalan-jalan sendirian di sekitar pantai. Tanpa aku sadari seseorang telah memperhatikanku. Aku melirik ke arahnya, jantungku berdegub kencang. Tiba – tiba dia datang ke arahku, aku jadi salah tingkah ngakk tahu mesti gimana.
“Hi….! Kenalin aku nicolas”.
“Grace”.
“Oh ya, kamu dah lama tinggal disini, ko baru hari ini aku lihat kamu dipantai ini”.
“hm…aku baru datang dari Jakarta, tiga hari yang lalu”.
“Oh…pantesan baru liat sekarang”. Kita duduk disana yuk! Ya..biar lebih enak aja suasananya. Aku dan nico ngobrol trus sampai ngakk sadar kalau dah larut malam. “Wah, ngakk terasa ya grace dah malam, padahal aku masih ingin ngobrol lebih lama lagi ama kamu” ujar nico.
“iya nih…”
“By the way besok kamu ada acara ngakk? Kalau ngakk ada, aku mau ngajak kamu jalan, yah…jalan – jalan sekitar Bali”.
“Oh…boleh, asal ngakk ngrepotin kamu!”
“Ngakk ko, malahan aku seneng bisa jalan bareng kamu. Ya udah, sampai ketemu besok ya grace. Have a nice day!”
Aku kembali ke kamarku,rasanya aku bahagia bangat bisa kenal ma nico. Menurutku dia pria yang baik, dari awal kenal aku langsung jatuh cinta kepadanya, tapi aku sadar liburan kesini bukan untuk cari pacar tapi untuk menghilangkan rasa kesal dan sakit hati terhadap reyhan. Aku ngakk mau kejadian yang kemaren itu terulang untuk kedua kalinya. Aku bangun dari tidurku, udara pagi yang sejuk berhembus dari pantai. Aku teringat akan seseorang yang baru – baru ini hadir dalam pikiranku. Aku baru ingat ada janji ma nico kami jalani semua tempat yang menarik di kawasan itu. Semakin lama, makin timbul rasa cinta di hatiku. Setelah jalan seharian, nico membawaku ke pantai kebetulan dah sore, aku dan Nico di pantai sambil menikmati sunset.
Selang beberapa saat, nico terdiam sejenak. “Grace, sebenarnya dari awal aku melihatmu, aku langsung suka ma kamu. “Nico, aku datang kesini buat ngilangin rasa kesalku terhadap seseorang yang telah menghianati aku”. Dulu dia bilang suka padaku, tapi dia selingkuh ma cewek lain. Sejak kejadian itu aku dah mulai ngakk percaya lagi ama cowok.
“ Please grace, kasih aku kesempatan, aku bukan tipe cowok yang suka ngeduain cewek, aku sayang ma kamu Grace. Aku bakal ngelakuin apapun biar kamu bahagia”.
“Kamu yakin ngakk bakal kecewain aku untuk kedua kalinya?”
“Percaya padaku grace”.
“Dengan penuh pertimbangan akhirnya aku menerima nico sebagai pacarku”.
Sejak saat itu kami berdua berjanji tidak akan menyakiti satu sama lain. Dan ternyata nico orang yang tepat buatku. Dia ngakk pernah sekalipun nyakitin perasaanku. Selama aku di bali, nico selalu mendampingiku. Aku nyaman kemanapun aku pergi,karna dia selalu bersamaku.
Liburan akan segera berakhir, artinya aku akan kembali ke Jakarta. Aku bermain ke pantai untuk yang terakhir kalinya. Aku duduk sambil menikmati panorama yang sangat indah. Di luar dugaanku nico datang nyamperin aku.
“Kenapa kamu ngakk ngajak aku buat nemanin kamu disini”.
“Nico, kamu dah baik bangat ama aku selama aku di sini”.
“iya grace aku tahu itu, tapi aku ngakk enak aja kalau kamu sendirian disini”. Aku sayang bangat ama kamu dan aku ngakk ingin da seseorangpun yang nyakitin kamu. Nico, sebentar lagi kan aku balik ke jararta. Trus, kita gimana, aku ngakk mungkin setiap saat bisa datang kesini.
“Tenang aja grace, aku bakal setia dampingi kamu”.
“Maksud kamu?”.
“Iya, aku dah minta izin ma orang tuaku agar lanjutin kuliah di Jakarta”.
Mendengar hal itu, aku kanget! Ngak nyangka hal ini bakal terjadi. Kami berangkat dari Bali menuju Jakarta sekitar jam tiga sore. Sejak tinggal di Jakarta kami sering jalan bareng, pokoknya buat aku nico yang terbaik. Aku bahagia semenjak jadian ama dia. Aku merasa menemukan cinta abadi yang sesungguhnya. Kedua orang tua kami pun sudah mengetahui hubungan kami dan mereka menyetujuinya. Karna kedua belah pihak setuju maka kami mengabadikan cinta kami dalam pertunangan.
Penulis
Anita Corazon
Sebentar lagi aku akan lulus SMA, aku berencana melanjutkan studiku di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Setelah menempuh ujian nasional ternyata aku lulus, akhirnya impianku untuk melanjutkan studi terwujud juga! Awal ajaran baru merupakan awal dari semua kisahku. Bermula dari pertemuan yang sama sekali tidak kuduga sebelumnya. Aku berkenalan dengan seseorang namanya shintya. Menurutku dia orang yang baik dan ramah, semakin lama persahabatan kami semakin erat. Shintya tergolong anak yang mudah bergaul di kalangan kampusku,seiring waktu berjalan shintya mengenalkanku kepada salah seorang temannya.
”Grace, kenalin ni teman aku” namanya Reyhan.
“Hi…apa kabar!!!” tutur grace.
“Baik. Oh ya kamu kenal ma shintya dah lama ya?” Tanya reyhan.
“ Belum terlalu lama sih! yah…ketemunya awal ajaran baru ini”.
“Kalau kamu sendiri sebarapa kenal ama shintya?”.
“Aku dah kenal ma dia dari smp dulu, yah sampai sekarang ini. Oh ya grace, aku buru – buru bangat nih, masih ada urusan jadi aku tinggal dulu ya! sampai ketemu besok ya!”.
Sejak perkenalan itu aku, shintya dan reyhan makin sering ketemu, ditambah lagi kegiatan ekskul yang makin padat, aku dan reyhan makin dekat aja. Tanpa sepengetahuanku, reyhan mengajak shintya kembali ke kelas.
“Tia, boleh nanya sesuatu ngakk?”.
“Hm…”.
“Jangan bilang mau nanya soal grace! ngaku aja rey,kamu suka kan ma dia” ujar shintya penasaran.
“Iya tia, aku suka ma Grace”.
“Hah…spontan shintya mengeluarkan nada yang kencang, seolah – olah ngakk percaya”.
“Ya ampun…tia biasa aja dong!!! Aku kan jadi ngakk enak, ntar kalau grace denger gimana, kan malu”. “Teryata dugaanku selama ini bener, pantesan aja belakangan ini kamu sering merhatiin dia.
“Begini ya Rey, aku ma Grace sahabatan. Jadi aku tahu banyak tentang dia. Sejak aku mengenalnya dia tergolong baik, perhatian dan ramah ma orang”.
Diluar sekolah, aku sering pulang bareng ma Grace, jadi bisa ngobrol lebih lama. Sembari jalan aku ngasih tahu soal Reyhan.
“Grace, aku mau ngomong sesuatu ama kamu”.
“Ngomong aja, mank ada apa Tia”
“Begini grace, di kampus kita da yang suka ama kamu”
“Siapa?”
“Kamu pasti ngakk nyangka deh! Orang yang suka ama kamu tuh, Reyhan”.
Hah…ko bisa sih! Ya grace, aku tahu kenapa kamu sekaget itu, tapi memang kenyataanya begitu ko. Trus… menurutmu gimana grace? “Adakah tempat dihatimu buat rey?”. Aku hanya diam tanpa berkata apapun. Grace, “aku tahu kalau reyhan suka ma kamu dan pingin kamu jadi pacarnya dia” ujar shintya. Aku sama sekali ngakk keberatan kalau kalian jadian. Dan satu hal lagi grace, aku kenal reyhan dah lama bangat, jadi semua tentang karakternya dia sudah ku ketahui.
Reyhan mencoba mengutarakan isi hatinya pada Grace, setelah mendengar pernyataan Rey, maka Grace akhirnya menerima cinta Reyhan. Pada saat itu mereka resmi jadian, rey memperlakukan grace dengan baik. Bahkan dalam belajar sekalipun rey selalu berusaha agar ngakk da satu mata kuliahpun yang tidak di mengerti olehku.
Bulan depan ini kampusku mengadakan kegiatan inagurasi. Aku, Shintya dan Reyhan terpilih jadi panitia dari kelasku. “Tia, rencanamu buat acara ini apa?” ujarku. “menurutku kita bikin acara yang bertemakan kerjasama dan keakraban. Ya berupa outbound gitu deh…”. Gimana menurutmu, asyik ngakk? “Hm…idenya bagus juga!” ow…syapa dulu dong…tia gitu loh, ujar tia yang ge er akan idenya.
Keesokan harinya kami beserta rombongan dari kampus berangkat menuju suatu tempat. Sebagai panitia kegiatan, kami sibuk ngurusin segala keperluan yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Reyhan menjadi pusat perhatian para cewek, teryata diluar dugaanku, Reyhan begitu cepat menyukai seseorang. Awalnya sih aku ngakk terlalu mempehatikan dia, lantaran aku sibuk mengurus jalannya kegiatan outbound. Di sela – sela kegiatan aku minta sedikit waktu kepada rey. “Rey, ada hubungan apa antara kamu dengan anak baru itu” ujarku. “Ya ampun grace, aku ngakk ada apa – apa dengan dia!”.
“Aku ngakk percaya kalau diantara kalian ngakk da hubungan apa-apa”. Dari cara dia menatap kamu juga beda, seolah-olah dia suka ama kamu. “Udah ah…aku ngakk tahu gimana caranya buat ngasih tahu kamu!” kata rey sambil meninggalkan tempat itu.
Selang beberapa menit aku melihat shintya datang dari kejauhan, aku menceritakan smua yang terjadi. “Tia, gimana nih, masa aku diam aja menatapi mereka jalan berdua di depanku”. Duh Grace, maaf bangat ya, aku ngakk tahu bakal secepat ini dia berubah. Reyhan yang dulu aku kenal tuh, baik dan setia. Tapi kenapa ya dia berubah secepat ini. Mendengar perkataanku grace menangis, “grace, udah dong jangan nangis, ngakk enak kalau di lihat orang, masa gara – gara cowok kaya rey kamu nangis” sahutku sembari mengusap air mata grace. Sudahlah Grace, pasrah aja, relakan aja dia ama cewek itu.
Kegitan telah selesai, aku beserta rombongan bersiap – siap pulang. Aku duduk bareng ama shintya, di dalam bis aku hanya diam. “ Grace, jangan di pikirin lagi ya soal yang kemaren,please…!. Dari kajadian ini kamu ambil hikmahnya!”kata Tia. Sejak saat itu aku putus dari rey, aku ngakk mau tahu lagi tentang dia. Aku beranggapan dah ngakk ada apa – apa antara aku dan dia. Mulai dari kejadian itu aku dah lost contact ma rey.
Libur smester ini aku berniat ngabisin liburan di Pulau Dewata, Bali. Aku nginap di salah satu di hotel sekitar pantai. Aku bahagia bangat setidaknya rasa sakit hatiku terobati oleh keindahan alam di Bali. Menjelang sore aku jalan-jalan sendirian di sekitar pantai. Tanpa aku sadari seseorang telah memperhatikanku. Aku melirik ke arahnya, jantungku berdegub kencang. Tiba – tiba dia datang ke arahku, aku jadi salah tingkah ngakk tahu mesti gimana.
“Hi….! Kenalin aku nicolas”.
“Grace”.
“Oh ya, kamu dah lama tinggal disini, ko baru hari ini aku lihat kamu dipantai ini”.
“hm…aku baru datang dari Jakarta, tiga hari yang lalu”.
“Oh…pantesan baru liat sekarang”. Kita duduk disana yuk! Ya..biar lebih enak aja suasananya. Aku dan nico ngobrol trus sampai ngakk sadar kalau dah larut malam. “Wah, ngakk terasa ya grace dah malam, padahal aku masih ingin ngobrol lebih lama lagi ama kamu” ujar nico.
“iya nih…”
“By the way besok kamu ada acara ngakk? Kalau ngakk ada, aku mau ngajak kamu jalan, yah…jalan – jalan sekitar Bali”.
“Oh…boleh, asal ngakk ngrepotin kamu!”
“Ngakk ko, malahan aku seneng bisa jalan bareng kamu. Ya udah, sampai ketemu besok ya grace. Have a nice day!”
Aku kembali ke kamarku,rasanya aku bahagia bangat bisa kenal ma nico. Menurutku dia pria yang baik, dari awal kenal aku langsung jatuh cinta kepadanya, tapi aku sadar liburan kesini bukan untuk cari pacar tapi untuk menghilangkan rasa kesal dan sakit hati terhadap reyhan. Aku ngakk mau kejadian yang kemaren itu terulang untuk kedua kalinya. Aku bangun dari tidurku, udara pagi yang sejuk berhembus dari pantai. Aku teringat akan seseorang yang baru – baru ini hadir dalam pikiranku. Aku baru ingat ada janji ma nico kami jalani semua tempat yang menarik di kawasan itu. Semakin lama, makin timbul rasa cinta di hatiku. Setelah jalan seharian, nico membawaku ke pantai kebetulan dah sore, aku dan Nico di pantai sambil menikmati sunset.
Selang beberapa saat, nico terdiam sejenak. “Grace, sebenarnya dari awal aku melihatmu, aku langsung suka ma kamu. “Nico, aku datang kesini buat ngilangin rasa kesalku terhadap seseorang yang telah menghianati aku”. Dulu dia bilang suka padaku, tapi dia selingkuh ma cewek lain. Sejak kejadian itu aku dah mulai ngakk percaya lagi ama cowok.
“ Please grace, kasih aku kesempatan, aku bukan tipe cowok yang suka ngeduain cewek, aku sayang ma kamu Grace. Aku bakal ngelakuin apapun biar kamu bahagia”.
“Kamu yakin ngakk bakal kecewain aku untuk kedua kalinya?”
“Percaya padaku grace”.
“Dengan penuh pertimbangan akhirnya aku menerima nico sebagai pacarku”.
Sejak saat itu kami berdua berjanji tidak akan menyakiti satu sama lain. Dan ternyata nico orang yang tepat buatku. Dia ngakk pernah sekalipun nyakitin perasaanku. Selama aku di bali, nico selalu mendampingiku. Aku nyaman kemanapun aku pergi,karna dia selalu bersamaku.
Liburan akan segera berakhir, artinya aku akan kembali ke Jakarta. Aku bermain ke pantai untuk yang terakhir kalinya. Aku duduk sambil menikmati panorama yang sangat indah. Di luar dugaanku nico datang nyamperin aku.
“Kenapa kamu ngakk ngajak aku buat nemanin kamu disini”.
“Nico, kamu dah baik bangat ama aku selama aku di sini”.
“iya grace aku tahu itu, tapi aku ngakk enak aja kalau kamu sendirian disini”. Aku sayang bangat ama kamu dan aku ngakk ingin da seseorangpun yang nyakitin kamu. Nico, sebentar lagi kan aku balik ke jararta. Trus, kita gimana, aku ngakk mungkin setiap saat bisa datang kesini.
“Tenang aja grace, aku bakal setia dampingi kamu”.
“Maksud kamu?”.
“Iya, aku dah minta izin ma orang tuaku agar lanjutin kuliah di Jakarta”.
Mendengar hal itu, aku kanget! Ngak nyangka hal ini bakal terjadi. Kami berangkat dari Bali menuju Jakarta sekitar jam tiga sore. Sejak tinggal di Jakarta kami sering jalan bareng, pokoknya buat aku nico yang terbaik. Aku bahagia semenjak jadian ama dia. Aku merasa menemukan cinta abadi yang sesungguhnya. Kedua orang tua kami pun sudah mengetahui hubungan kami dan mereka menyetujuinya. Karna kedua belah pihak setuju maka kami mengabadikan cinta kami dalam pertunangan.
Penulis
Anita Corazon
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar